Langsung ke konten utama

Ini dia daftar nominasi Banknote of the Year 2013


PEMILIHAN uang kertas terbaik sedunia kembali digelar oleh International Bank Note Society (IBNS). Sebanyak 12 mata uang masuk dalam nominasi Banknote of the Year 2013 yang pengajuannya ditutup pada 31 Januari 2014 lalu. Selanjutnya akan digelar voting untuk menentukan mana uang terbaik pilihan member IBNS.

Dari 12 nominasi yang diajukan, uang Kazakhstan kembali masuk daftar. Jika tahun 2011 dan 2012 uang asal negara pecahan Uni Soviet tersebut memenangi pemilihan dengan masing-masing pecahan 10.000 dan 5.000 tenge, maka tahun ini pecahan senilai 1.000 tenge yang masuk nominasi.

Baca juga:


Uang Kazakhstan 1.000 tenge bersaing dengan mata uang 5 euro keluaran Uni Eropa, uang Brazil pecahan 5 reais, uang Libya pecahan 50 dinar, uang Islandia pecahan 10.000 kronur, uang Rusia pecahan 100 rubel, uang Amerika Serikat pecahan 100 dolar, uang Kanada pecahan 10 dolar, uang Lebanon pecahan 50.000 livre, uang Barbados dan Solomon Island masing-masing pecahan 5 dolar dan uang Fiji pecahan 5 dolar.

Dari ke-12 nominee, mata uang Lebanon pecahan 50.000 livre menjadi nominal terbesar. Disusul dengan 10.000 kronur Islandia.

Jika melihat dari segi desain, uang 100 rubel Rusia dicetak secara vertikal seperti halnya uang 1.000 tenge Kazakhstan. Uang ini bertema olahraga, dengan gambar seorang atlet ski es melompat bersama papan seluncur berlatar belakang sebuah gunung es di bagian observe. Lalu bagian reserve memperlihatkan sebuah stadion sepakbola.

10 nominee lain merupakan uang dengan desain horizontal seperti uang kertas pada umumnya. Sebanyak empat mata uang dihiasi gambar tokoh nasional negara masing-masing, dua mata uang bergambar ukiran wajah, tiga mata uang bertema bangunan, serta dua lainnya bertema hewan dengan gambar burung di bagian observe.

Berikut 12 nominee untuk Banknote of the Year 2013. Voting akan dilaksanakan hingga 16 Maret 2014 mendatang.











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri Rp100 Perahu Layar

D I kalangan numismatis Indonesia, kalau kita menyebut " uang perahu layar " atau " uang kapal layar ", maka itu yang dimaksud adalah Rp100 tahun 1992. Uang tersebut bagian depannya memang bergambar sebuah kapal, tepatnya kapal phinisi asal Sulawesi yang sangat legendaris itu. Dalam bahasa Indonesia sesuai EYD, nama kapal tersebut menjadi Perahu Phinisi . Pada uang Rp100 tahun 1992, tertulis "PERAHU PINISI" (tanpa "H"). Foto: koleksi pribadi Rp100 tahun 1992 asli, bergambar dan bertuliskan 'Perahu Pinisi'. Coba perhatikan gambar berikut. Inilah uang Rp100 tahun 1992 yang asli. Di bawah gambar kapal terdapat tulisan 'Perahu Pinisi'. Uang ini mulai diedarkan sebagai uang kertas yang sah sebagai alat tukar (legal tender) sejak 28 Desember 1992. Peredarannya berbarengan dengan Rp500 tahun 1992 bergambar orangutan. Uang ini beredar cukup lama, yakni sampai tahun 2000. Karena itu, pada uang ini terdapat berbagai cetakan tahun (199...

Daftar Lengkap Uang Kertas Rp100 (1945-1992)

S EBAGAI referensi bagi para peminat numismatik, khususnya para kolektor pemula, berikut saya sajikan daftar lengkap uang pecahan Rp100 yang pernah dikeluarkan pemerintah Republik Indonesia dan kemudian Bank Indonesia. Namun, maaf, di sini tidak diberikan kisaran harga sebab harga masing-masing uang sangat fluktuatif. Lagipula harga biasanya juga tergantung kondisi, jadi saya rasa lebih baik tidak usah dicantumkan harga. Khusus untuk Rp100 tahun 1977 , Rp100 tahun 1984 , dan Rp100 tahun 1992 , silakan lihat harganya di halaman muka . Untuk pemesanan silakan SMS atau WhatsApp ke 0878 7450 5758 . Btw, berikut daftar lengkap uang kertas pecahan Rp100 sejak tahun 1945 hingga 1992 . Rp100 tahun 1945 Rp100 tahun 1958 Rp100 tahun 1964 Rp100 tahun 1977 Rp100 tahun 1952 Rp100 tahun 1959 Rp100 tahun 1964 Biru Rp100 tahun 1984 Rp100 tahun 1957 Rp100 tahun 1960 Rp100 tahun 1968 Rp100 tahun 1992 Daftar ini saya susun sebagai pelengkap artikel seputar Rp100 Perahu Layar dan M...

Tertarik jualan uang lama? Begini asyiknya jadi kolekdol

USAHA jual-beli uang lama sudah saya lakoni sejak pertengahan 2009. Tepatnya setelah saya melakukan liputan soal hobi koleksi uang jaman dulu alias numismatik ke sejumlah kolektor Jogja. Dari liputan itulah, lha kok , saya ikut-ikutan kecemplung menjadi kolektor kecil-kecilan, sekaligus juga pedagang kecil-kecilan. Waktu itu saya buta sama sekali soal uang lama. Tapi saya langsung menemukan chemistry saat mendengarkan cerita Mas Panji Kumala di rumahnya di kawasan Sagan, kisah Pak Sugiarto berburu koin hingga menyelami lautan di Indonesia Timur, serta Pak Whisnu Murti di lapaknya di Pasar Klithikan, Wirobrajan. Ketertarikan pada uang lama semakin bertambah setelah saya menemukan forum numismatis di Kaskus serta membaca-baca sejumlah referensi online. Satu hal yang membuat saya tertarik, mengoleksi uang lama ternyata bisa jadi instrumen investasi alternatif . Sama halnya menyimpan emas. Sarana Investasi Menarik Begini penjelasan Mas Panji saat saya wawancarai untuk keperluan li...