Selamat datang di blog jual-beli dan numismatika Indonesia




Sabtu, 18 Februari 2012

Misteri Rp100 Perahu Layar


Oleh: Eko Nurhuda - UangLama.com


DI kalangan numismatis Indonesia, kalau kita menyebut "uang perahu layar" atau "uang kapal layar", maka itu yang dimaksud adalah Rp100 tahun 1992. Uang tersebut bagian depannya memang bergambar sebuah kapal, tepatnya kapal phinisi asal Sulawesi yang sangat legendaris itu.

Dalam bahasa Indonesia sesuai EYD, nama kapal tersebut menjadi Perahu Phinisi. Pada uang Rp100 tahun 1992, tertulis "PERAHU PINISI" (tanpa "H").

Foto: koleksi pribadi
Rp100 tahun 1992 asli, bergambar dan bertuliskan 'Perahu Pinisi'.
Coba perhatikan gambar berikut. Inilah uang Rp100 tahun 1992 yang asli. Di bawah gambar kapal terdapat tulisan 'Perahu Pinisi'. Uang ini mulai diedarkan sebagai uang kertas yang sah sebagai alat tukar (legal tender) sejak 28 Desember 1992. Peredarannya berbarengan dengan Rp500 tahun 1992 bergambar orangutan. Uang ini beredar cukup lama, yakni sampai tahun 2000. Karena itu, pada uang ini terdapat berbagai cetakan tahun (1992–1996,1999,2000) yang menandakan waktu cetak ulangnya.

Pada tanggal 29 November 2000, Rp100 tahun 1992 ditarik dari peredaran. Nah, setelah itu mulailah beredar berbagai macam isu seputar uang ini. Satu isu yang paling sering ditemui adalah adanya Rp100 tahun 1992 bertuliskan 'PERAHU LAYAR'. Entah bagaimana asal-usulnya, uang fiktif ini kemudian jadi barang mahal. Dengan dibumbui sebagai uang langka dan susah dicari, Rp100 Perahu Layar dihargai gila-gilaan. Seorang penjual di tokobagus.com menawarkannya seharga Rp500.000 per lembar. Edan!

Aslikah uang Rp100 kapal layar ini? Jawabannya sangat mudah. Buka saja situs Bank Indonesia, cari daftar uang yang pernah diedarkan oleh bank sentral negara kita ini. Adakah uang dengan ciri-ciri seperti uang kapal layar itu dalam daftar BI? Kalau tidak ada, berarti itu uang palsu. Atau coba lihat daftar uang yang pernah beredar di Indonesia di halaman Wikipedia ini. Coba lihat apakah uang perahu layar ada di sana? Bisa dipastikan halaman itu tidak memuat Rp100 Perahu Layar.

Tapi, uang itu ada! Ya, memang ada. Bukankah tadi sudah dibilang ada orang yang menjualnya di tokobagus atau KasKus. Ada yang menjual berarti barangnya ada. Masalahnya, itu uang asli atau rekayasa? Di kalangan numismatis, tidak dikenal Rp100 perahu layar bertuliskan 'Perahu Layar'. Numismatis murni, baik numismatis lokal Indonesia maupun mancanegara, hanya mengenal Rp100 tahun 1992 bertuliskan 'Perahu Pinisi'. Jadi, bisa disimpulkan kalau uang seratus perahu layar itu bukan uang resmi yang dikeluarkan BI.

Berikut beberapa mitos menyesatkan lain seputar Rp100 tahun 1992:
1. Banyak orang yakin uang ini sangat langka sehingga harganya tinggi. Faktanya, uang ini sangat mudah ditemukan. Jangan kata satu-dua lembar, mau beli ribuan lembar pun masih bisa. Di kalangan numismatis uang ini tergolong 'uang sayur', alias uang yang masih mudah dicari dan harganya murah. Biasanya Rp100 tahun 1992 dipatok dalam kisaran harga Rp5.000/lembar atau lebih murah. Saya bahkan pernah mendapat tawaran satu brut seharga Rp650.000, artinya per lembar hanya Rp650.

Foto: courtesy Esenta BC
Rp100 tahun 1992 bertuliskan 'Perahu Layar'.
Nah, biasanya yang dihargai mahal itu Rp100 tahun 1992 emisi 1992. Maksudnya, uang Rp100 tahun 1992 cetakan pertama, yang di sudut kanan bawah bagian depannya terdapat tulisan "Perum Percetakan Uang RI IMP. 1992". IMP. adalah singkatan dari "imprint" yang kurang lebih berarti "cetakan" atau di kalangan numismatis disebut sebagai emisi. Rp100 tahun 1992 emisi 1992 memang lebih mahal dari emisi-emisi lainnya, namun harganya tak akan lebih dari Rp10.000/lembar.

2. Uang ini ada yang memiliki benang pengaman. Aslinya Rp100 tahun 1992 tidak disisipi benang pengaman. Satu-satunya piranti pengaman uang ini adalah watermark bergambar Garuda Pancasila. Sama seperti kasus uang perahu layar, ada oknum-oknum tertentu yang kemudian menyisipkan benang pengaman pada uang Rp100 tahun 1992, lalu menyebarkan 'busa mulut' sehingga uang rekayasa inipun menjadi sangat dicari dan harganya selangit.

3. Uang ini dapat diubah (oleh orang sakti atau dukun) menjadi Rp100.000. Secara logika tentu saja ini tidak masuk akal. Namun faktanya banyak sekali orang yang percaya bualan ini. Saya sendiri sangat sering menerima pesanan Rp100 tahun 1992 dalam jumlah banyak. Mungkin ini terkait dengan kepercayaan kalau uang tersebut bisa 'disulap' jadi Rp100.000. Pernah seorang ibu dari Bogor minta dicarikan 10.000 lembar alias 10 brut. Meski tidak punya stok sebanyak itu, saya bisa saja mencarikannya ke beberapa kenalan di Surabaya, Jogja, atau Jakarta. Bayangkan sendiri berapa besar keuntungan yang bakal saya raup. Masalahnya, saya tidak mau si ibu jadi korban. Maka saya bilang saya cuma punya stok segepok alias 100 lembar.

Bagaimana, masih mau tertipu dengan berbagai mitos menyesatkan seputar Rp100 tahun 1992? Mudah-mudahan tidak lagi.



Creative Commons License

Tulisan berjudul Misteri Rp100 Perahu Layar ini dilindungi lisensi Creative Commons. Anda bebas menyalin, mendistribusi, dan atau mentransmisi sebagian atau seluruh isi artikel untuk tujuan nonkomersil, serta dengan menyebutkan sumber artikel. Terima kasih.

Yuk, biasakan berkomentar dengan santun dan cerdas!

Gunakan akun Facebook untuk mengomentari artikel/berita ini. Nama Facebook-mu, foto, dan informasi personal lain yang kamu tandai sebagai 'Public' di akun Facebook, akan tampil bersama dengan komentarmu. Berkomentarlah yang sopan.


Online Support

CS 1

CS 2


M.E.N.U

Cara Order

Pembayaran

Ongkos Kirim

Kontak Kami

Tentang Kami