Langsung ke konten utama

Uang Mahar: Rp1 Tahun 1961





Gambar depan (obverse):
Gambar sejumlah petani tengah memanen padi di sawah pada sebelah kiri, ornamen hias menempati 2/3 bagian uang pada sebelah kiri tulisan, dengan tulisan "BANK INDONESIA" yang bersusun atas ke bawah dengan tulisan kecil "TANDA PEMBAJARAN JANG SAH" dan "SATU RUPIAH" di atasnya. Lalu di bawahnya lagi terdapat tulisan "MENTERI KEUANGAN" beserta tanda tangan Menteri Keuangan saat itu, RM Notohamiprodjo.

Angka "1" yang merupakan nominal uang terdapat di sudut kanan-kiri sebelah bawah uang. Sedangkan angka "1961" yang merupakan tahun penerbitan uang berada di bawah tanda tangan Menteri Keuangan.

Gambar belakang (reverse):
Angka "1" berukuran besar dalam ornamen hias di sebelah kiri - satu lagi berukuran lebih kecil di pojok kanan atas, gambar aneka hasil panen di tengah. Lalu ada pula tulisan peringatan untuk tidak meniru atau memalsukan uang yang dicetak kecil-kecil pada bagian tengah atas uang. Nomor seri tercetak pada bagian kiri-kanan bawah.

Nomor seri:
Variasi tiga huruf dan enam angka, terletak di bagian belakang uang pada sisi kanan-kiri bawah uang.

Tahun terbit:
1961, sesuai yang tertera di uang.

Tandatangan:
R.M. Notohamiprodjo (Menteri Keuangan Republik Indonesia 1960-1963)

Ukuran:
120 x 60 mm.

Catatan: Mohon gunakan gambar di atas sebagai referensi/gambar contoh saja. Uang yang Anda terima bisa jadi memiliki perbedaan nomor seri dari yang tertera pada gambar di atas.

Komentar

  1. seri sandang pangan 1 rupiah tahun 1961 merupakan uang kuno yang mempunyai tahun yang unik yaitu 1961 jika di lihat dari atas atau dibalik tahunnya masih tetap 1961... menarik... semoga sukses bos jualannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya. Kembali kami ucapkan semoga backlink yang ditinggalkan di halaman ini membantu ya...

      Hapus
  2. saya sering belanja uang kuno disini untuk kelengkapan kreasi mahar buatan saya. kertas atau koinnya masih bagus. juga murah... :)
    syukur pada Tuhan, semua pelanggan saya menerima maharnya dengan tersenyum..
    diandra memang toop! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah, baru baca komentarnya Mbak Sari Wiryono setahun lebih kemudian. Hehehe. Makasih banyak, Mbak. :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri Rp100 Perahu Layar

Daftar Lengkap Uang Kertas Rp100 (1945-1992)

Rp500 Tahun 1992, Uang Orangutan

Kontak Kami